Language Education and Literature (LANGEL)

Pendahuluan

Persoalan baca tulis di Indonesia masih menjadi persoalan, termasuk bagaimana kemampuan dalam pengajaran sastra Indonesia, daerah, dan asing di sekolah dan perguruan tinggi masih rendah. Rendahnya minat baca tulis keseluruhan sivitas pendidikan di Indonesia khususnya siswa sekolah sebagai barometer ketidakberdayaan kita menanggulangi masalah litersi dan pengajaran sastra Indonesia, daerah, dan asing. Data buruknya literasi di Indonesia ini dilansir oleh Central Connecticut State University menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara peringkatan literasi internasional. Termasuk ketidakberpihakan kita dalam memerhatikan pembelajaran sastra yang kering dan membosankan, seperti yang disampaikan oleh sastrawan besar Taufik Ismail bahwa sekolah sekarang mengalami kekeringan sastra.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperkuat budaya literasi di Indonesia dan pengajaran sastra Indonesia, daerah, dan asing di sekolah. Satu contoh dengan menggiatkan baca sastra 15 menit sebelum pembelajaran di sekolah. Memberi tugas membaca buku sastra modern dan klasik, termasuk membuka peluang mahasiswa melakukan kajian sastra lokal (daerah), dan asing di Fakultas Bahasa dan Seni, memberi hibah kepada karya guru dan dosen yang dapat mengisi tulisan kajian sastra di jurnal nasional dan internasional, termasuk menyediakan bahan bacaan sastra di masyarakat. Namun, pertanyaannya “Apakah semua perangkat ini mampu menanggulangi masalah literasi dan pengajaran sastra di Indonesia dalam rangka memperkuat budaya bangsa sehingga dapat meningkatkan rangking literasi di kancah Internsional?”

Menyikapi hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa   (S-3) UNJ merintis kegiatan tahunan dalam bentuk seminar yang bernama LANGEL. Kegiatan Seminar LANGEL I ini merupakan kegiatan perdana berupa seminar nasional yang bekerja sama dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat UNJ. Kegiatan seminar nasional ini bertema “Pengajaran Sastra Indonesia, Daerah, dan Asing”.